Di era digital yang berkembang pesat, Introduction to Embedded Systems telah berubah dari sekadar mata kuliah teknis menjadi fondasi utama dalam membentuk arsitektur masa depan dunia digital. Mata kuliah ini tidak lagi hanya membahas mikrokontroler dan pemrograman dasar, tetapi kini merambah ke sistem cerdas, IoT, robotika, bahkan kendaraan otonom. Pergeseran ini menandakan bahwa pemahaman terhadap sistem tertanam (embedded systems) merupakan syarat mutlak bagi para inovator teknologi masa depan. LINK
Di kampus seperti Telkom University, yang dikenal sebagai global entrepreneur university, Introduction to Embedded Systems telah mendapatkan tempat khusus dalam kurikulum teknik. Mahasiswa tidak hanya diajak untuk memahami teori, tetapi juga ditantang untuk menciptakan solusi nyata menggunakan pendekatan praktis melalui berbagai proyek dan kolaborasi lintas disiplin. Hal ini menjadi kunci dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif yang sangat dibutuhkan dalam industri 4.0 dan 5.0. LINK
Seiring dengan berkembangnya teknologi, embedded systems telah menjadi tulang punggung dari hampir semua perangkat digital yang digunakan masyarakat sehari-hari. Mulai dari jam tangan pintar, mesin industri otomatis, hingga peralatan medis—semuanya bergantung pada sistem tertanam. Karena itu, lulusan yang menguasai bidang ini memiliki peluang besar di pasar global, baik sebagai profesional teknologi maupun sebagai tech-entrepreneur. LINK
Infrastruktur kampus yang memadai juga memainkan peran penting. Di lingkungan lab laboratories modern milik Telkom University, mahasiswa memiliki akses ke berbagai platform mikrokontroler terbaru seperti Arduino, Raspberry Pi, dan ESP32, serta software simulasi canggih untuk merancang sistem secara virtual. Fasilitas ini memungkinkan mereka untuk mengembangkan proyek berbasis real-time system, sensor networks, hingga kontrol cerdas yang berbasis AI. LINK
Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit. Kompleksitas sistem yang terus bertambah menuntut mahasiswa untuk tidak hanya memahami perangkat keras, tetapi juga bagaimana sistem ini berinteraksi dengan perangkat lunak tingkat tinggi seperti cloud computing, machine learning, dan edge computing. Maka dari itu, pembaruan kurikulum dan pelatihan dosen secara berkala menjadi keharusan agar tetap relevan dengan perkembangan industri global. LINK
Visi Introduction to Embedded Systems ke depan tidak hanya membentuk lulusan yang andal secara teknis, tetapi juga menciptakan inovator yang mampu menjawab kebutuhan sosial melalui teknologi. Di sinilah semangat global entrepreneur university menjadi sangat relevan: membentuk generasi yang tidak hanya bekerja pada teknologi, tetapi juga membangun solusi dari teknologi.
Dengan sinergi antara kurikulum, fasilitas lab laboratories, dan semangat kewirausahaan teknologi yang ditanamkan oleh Telkom University, mata kuliah ini akan terus berkembang sebagai jembatan strategis menuju masa depan digital yang inklusif, cerdas, dan berkelanjutan.